Senin, 14 November 2011

TATA RUANG PERPUSTAKAAN

TATA RUANG, PERABOT DAN PERLENGKAPAN
PERPUSTAKAAN SEKOLAH
Oleh : Aa Kosasih, S.Sos. / Pustakawan Pertama
aakosasih_library@yahoo.com/handarukosasih@gmail.com

Abstrak
          Gedung atau ruangan perpustakaan merupakan sarana yang amat penting
dalam penyelenggaraan perpustakaan. Pembangunan gedung perpustakaan
perlu memperhatikan faktor-faktor fungsional dari kegiatan perpustakaan.
Selain memerlukan gedung dan penataan ruang yang memadai,
penyelenggaraan perpustakaan memerlukan sejumlah peralatan dan
perlengkapan, baik untuk pelayanan kepada pengguna maupun kegiatan
rutin perpustakaan untuk dapat segera dimanfaatkan.
Kata kunci : tata ruang, perabot, perpustakaan sekolah
Pendahuluan
          Peningkatan mutu pendidikan dari mulai tingkat sekolah dasar sampai
sekolah menengah umum telah menjadi kebijakan pemerintah yang harus
diwujudkan sebaik-baiknya. Salah satu upaya untuk peningkatan mutu pendidikan
sebagai mana disebutkan dalam UU No. 20 tahun 2003 tersurat bahwa setiap
satuan pendidikan jalur sekolah baik yang diselenggarakan oleh pemerintah
maupun masyarakat harus menyediakan sumber belajar. Salah satu sumber belajar
yang sangat penting adalah perpustakaan, dari mulai tenaga kependidikan, peserta
didik maupun staf penyelenggara sekolah memperoleh kesempatan seluas-luasnya
untuk memperdalam pengetahuan dengan membaca bahan pustaka yang
diperlukan baik yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan maupun sekedar untuk
hiburan.
          Sebagaimana kita tahu bahwa pepustakaan tidak hanya sebagai sumber
belajar yang sangat penting, perpustakaan juga berfungsi sebagai pusat pelayanan
bahan pustaka, tempat bimbingan membaca, pusat belajar mengajar, pusat

informasi, pusat penelitian sederhana dan pusat rekreasi. Perpustakaan
mempunyai tugas mengumpulkan, mengolah, menyimpan, mendayagunakan dan
menyebarluaskan bahan pustaka kepada guru, siswa dan tenaga administrasi.
Namun sangat kita sadari bahwa peran penting perpustakaan ini belum
merupakan prioritas utama baik dari pihak sekolah maupun pemerintah karena
perpustakaan sekolah yang ada sekarang belum dapat dikatakan memadai dari sisi
sarana maupun prasarana termasuk gedung/ruang perpustakaan dan
perlengkapannya. Keberadaan perpustakaan sekolah masih kurang mendapatkan
perhatian. Sebanyak 17.569 sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah di Jawa timur
tidak memiliki perpustakaan. Perpustakaan sekolah banyak yang hanya memiliki
koleksi terbatas dan tidak berupa gedung sendiri. (Kompas, Jum’at 30 November
2007). Kondisi ini menyiratkan bahwa, penentu kebijakan di sekolah belum
memprioritaskan perpustakaan sekolah sebagai program sekolah yang perlu
mendapat perhatian lebih untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.
Untuk dapat sedikit mengatasi kendala-kendala yang ada dan
memaksimalkan fungsi perpustakan perlu direncanakan pengaturan tata ruang dan
perlengkapan perpustakaan dengan baik. Pendirian gedung perpustakaan perlu
mempertimbangkan tujuan yang telah ditetapkan serta fungsi perpustakaan yang
bersangkutan. Fungsi perpustakaan juga mempunyai pengaruh terhadap
kebutuhan dan susunan ruangan yang diperlukan, karena untuk menampung
semua aktivitas perpustakaan.
          Gedung perpustakaan merupakan sarana yang amat penting dalam
penyelenggaraan perpustakaan. Dalam gedung itulah segala aktivitas dan program
perpustakaan dirancang dan diselenggarakan. Suatu perpustakaan bukan hanya

menyediakan ruang kemudian mengisi dengan koleksi yang diatur berdasarkan
suatu system tertentu serta siap dipinjamkan tetapi lokasi perpustakaan, aspek
penataan ruang, penataan perabot dan perlengkapan, alur petugas dan pengguna
serta penerangan perlu diperhatiankan oleh penyelenggara pepustakaan.
Pengertian Gedung/Ruang, Perabot Dan Perlengkapan
1. Gedung/ruangan perpustakaan
Gedung atau ruangan perpustakaan adalah bangunan yang sepenuhnya
diperuntukkan bagi seluruh aktivitas sebuah perpustakaan. Disebut gedung
apabila merupakan bangunan besar dan permanent, terpisah pergerakan manusia
sebagai pengguna perpustakaan , daerah konsentrasi manusia, daerah konsentrasi
buku/barang, dan titik-titik layanan yang diberikan oleh perpustakaan.
Perpustakaan sekolah yang dilengkapi secara tepat hendaknya memiliki
karakteristik sebagai berikut:
rasa aman
pencahayaan yang baik
didisain untuk mengakomodasi perabotan yang kokoh, tahan lama dan
fungsional, serta memenuhi peryaratan ruang, aktivitas dan pengguna
perpustakaan
didisain untuk menampung persyaratan khusus populasi sekolah dalam arti
cara paling restriktif.
didisain untuk mengakomodasi perubahan pada program sekolah, program
pengajaran , serta perkembangan teknologi audio, video dan data yang
muncul.
didisain untuk memungkinkan penggunaan, pemeliharaan serta
pengamanan yang sesuai menyangkut perabotan, peralatan, alat tulis
kantor dan materi.


dirancang dan dikelola untuk menyediakan akses yang cepat dan tepat
waktu ke aneka ragam koleksi sumber daya yang terorganisasi.
dirancang dan dikelola sehingga secara estetis pengguna tertarik dan
kondusif dalam hiburan serta pembelajaran, dengan panduan dan tandatanda
yang jelas dan menarik.
2. Perabot perpustakaan
Perabot perpustakaan adalah sarana pendukung atau perlengkapan
perpustakaan sekolah yang digunakan perpustakaan agar dapat optimal
dibutuhkan perabot dan perlengkapan perpustakaan antara lain :
a) Meja dan kursi sirkulasi yang memiliki desian khusus, biasanya
disesuaikan dengan aktivitas di sirkulasi dan kebutuhan perlengkapan
untuk mendukung layanan sirkulasi.
b) Meja dan kursi baca sangat dibutuhkan oleh perpustakaan dengan
pemilihan jenis disesuaikan dari luas ruangan perpustakaan.
c) Meja dan kursi kerja. Tidak begitu banyak dibutuhkan oleh
perpustakaan, namun demikian meja kerja ini sangat penting. Segala
aktivitas perpustakaan dikendalikan dari meja kerja.
d) Meja atau rak atlas dan kamus yang dapat dimanfaatkan untuk
menempatkan surat kabar yang dilengkapi dengan alat penjepit (stick).
e) Lemari katalog atau disebut juga kabinet katalog yang digunakan untuk
menyimpan kartu katalog
f) Lemari multi media yang digunakan untuk menyimpan koleksi dalam
bentuk multi media seperti kaset, CD ROM, mikrofilm.
g) Lemari arsip digunakan untuk arsip perpustakaan yang berupa data
siswa yang menjadi anggota perpustakaan, data siswa yang meminjam

koleksi perpustakaan dan data koleksi yang dimiliki oleh perpustakaan
sekolah.
h) Laci penitipan tas atau locker dapat dimanfaatkan untuk menitipkan
tas, jaket dan barang yang tidak diperkenankan masuk ke dalam
ruangan perpustakaan.
i) Kereta buku biasanya sangat dibutuhkan di perpustakaan sekolah yang
besar. Kegunaanya adalah untuk mengangkut buku-buku yang
dikembalikan oleh siswa dari meja sirkulasi ke rak buku.
j) Papan display adalah suatu papan yang dapat digunakan untuk
memperlihatkan informasi buku baru.
3. Peralatan perpustakaan
Peralatan perpustakaan adalah barang-barang yang diperlukan secara
langsung dalam mengerjakan tugas/kegiatan di perpustakaan. Yang termasuk
dalam perlengkapan perpustakaan antara lain : a) buku pedoman perpustakaan, b)
Buku klasifikasi, c) Kartu catalog, d) Buku Induk, e) Kantong buku, f) Lembar
tanggal kembali, g) Label, h) Cap inventaris, i)Cap perpustakaan, j) Bak stempel,
k) Kartu pemesanan, l) Mesin ketik/Komputer, m) ATK, n) Selotip, o) Lem dll.
Perpustakaan sekolah mempunyai peran penting sebagai pintu gerbang
bagi masyarakat masa kini yang berbasis informasi. Karena alasan inilah, maka
perpustakaan sekolah harus menyediakan akses ke semua peralatan elektronik,
komputer, dan pandang-dengar. Peralatan tersebut meliputi:
• komputer meja dengan akses Internet
• katalog akses publik yang di sesuaikan dengan usia dan tingkat murid yang
berbeda

• tape-recorder
• perangkat CD-ROM
• alat pemindai (scanner)
• perangkat video (video players)
• peralatan komputer, khusus disesuaikan untuk pengguna tuna netra ataupun
menderita cacad fisik lainnnya.
Perabotan komputer hendaknya didisain untuk anak-anak dan mudah disesuaikan
guna meneuhi ukuran fisik yang berbeda.
Penentuan Lokasi, Penataan Dan Pembagian Gedung/Ruangan
Perpustakaan Sekolah
Penentuan lokasi perpustakaan sekolah agar dapat maksimal
pemanfaatannya dan tujuan mendukung proses belajar mengajar tercapai harus
dapat memenuhi criteria diantaranya :
a. Berada ditempat yang luas tanahnya memungkinkan dilakukannya
perluasan pada masa yang akan datang, pemakai tidak membuang-buang
waktu secara sia-sia
e. Cukup tenang dan aman untuk menghindari dari gangguan suara keras
dan kegaduhan.
Penataan ruangan perpustakaan sangat dibutuhkan untuk mengoptimalkan
semua kegiatan di perpustakaan baik aspek layanan maupun untuk kegiatan
penyiapan semua sarana dan prasarana pendukung layanan perpustakaan.
Perpustakaan pada umumnya minimal memiliki 4 (empat) macam ruangan
diantaranya :
1. Ruang koleksi buku (rak-rak buku)
1 rak (1 sisi, 5 susun, lebar 100 cm) dapat memuat 115-165 buku eksemplar
buku dan jarak antar rak 100-110 cm. Jadi dapat dihitung berapa kebutuhan
luas ruang yang diperlukan untuk menempatan rak dan dapat disesuaikan

Jumlah judul x jumlah eksemplar buku x 1 m2
Populasi siswa
dengan bahan pustaka yang dimiliki. Hal ini pun perlu dipertimbangan untuk
tahun-tahun yang akan datang. Atau berdasarkan buku standar gedung dan
perabot perpustakaan sekolah yang dibuat Perpusnas bahwa rumus
menentukan luas ruangan adalah
2. Ruang baca
Dari beberapa pedoman bahwa untuk siswa diperkiraan memerlukan tempat 1
m2 yang dapat secara keseluruhan diambil sekitar 20-30 % populasi siswa.
3. Ruang pengolahan bahan pustaka dan ruang Staf
Untuk melakukan aktifitas pengadaan dan pengolahan buku luas ruangan
tergantung berapa jumlah pengelola perpustakaan diperkirakan setiap petugas
memerlukan 2,5 m2.
4. Ruang sirkulasi
Ruang ini dipergunakan untuk melayani siswa dalam peminjaman dan
pengembalian buku, ruang yang diperlukan minimal cukup untuk meletakan
meja sirkulasi dan perlengkapan lainnya.
Menurut fungsinya pembagian persentase untuk masing-masing ruang
adalah sebagai berikut :
a) untuk perpustakaan dengan system tertutup
- areal untuk koleksi 45 %
- areal untuk pengguna / siswa 25 %
- areal untuk staf 20 %
- areal untuk keperluan lain 10 %
b) untuk perpustakaan dengan system terbuka
- areal koleksi dan pengguna 70 %
- areal untuk staf 20 %

- areal untuk keperluan lain 10 %
c) untuk areal koleksi
- areal buku rujukan, bahan ajar
- areal majalah, surat kabar/ kliping
- areal kolekai non buku
d) untuk areal pengguna
- areal peminjaman
- areal baca yang bercampur dengan koleksi
- areal catalog perpustakaan
- areal fotocopy
- areal baca perorangan / studi carel
- areal pameran
e) untuk areal staf
- areal pengadaan, pengolahan
- areal kerja pimpinan
- areal computer pengolahan
- areal tata usaha/administrasi
- areal makan
- gudang buku dan perlengkapan
Bentuk Ruang, Tata Ruang, Penerangan, dan Vertilasi
Bentuk ruang yang paling efektif adalah bentuk bujur sangkar, karena
paling mudah dan fleksibel dalam pengaturan perabot apalagi bila rak buku yang
dimiliki banyak dan lalu lintas yang ramai. Bentuk ini juga paling baik dan mudah
dalam pengaturan pencahayaan/ penerangan.
Merencanakan tata ruang harus didasari dengan hubungan antar ruang
yang dipandang dari segi efisiensi, alur kerja, mutu layanan, keamanan dan
pengawasan. Penempatan perabotan perpustakaan diletakan sesuai dengan fungsi
dan berdasarkan pembagian ruang diperpustakaan sebagai contoh :
- lobi, dapat ditempatkan perabot berupa lemari penitipan barang, papan
pengumuman dan pameran, kursi tamu, meja dan kursi petugas
- ruang peminjaman dapat diletakan meja dan kursi sirkulasi, kereta

buku, lemari arsip, laci-laci kartu pengguna, jika sudah otomosi maka
computer , bacode reader dan kursi petugas.
- ruang koleksi buku sebagai tempat rak buku baik dari satu sisi atau
dua sisi, kereta buku, tangga beroda
- ruang baca yang terdiri dari meja kursi baca kelompok, perorangan (
studi karel) dan meja kamus
- ruang administrasi yang didalamya terdapat meja kursi petugas,
lemari arsip, mesin ketik, computer, pesawat telpon, kereta buku,
lemari buku dsb.
Penerangan harus diatur sehingga tidak terjadi penurunan gairah membaca
atau membuat silau. Hal ini dapat dilakukan dengan cara menghindari sinar
matahari langsung serta memilih jenis lampu yang dapat memberikan sifat dan
taraf penerangan yang tepat dengan kebutuhan, misalnya lampu pijar dapat
memberikan cahaya setempat, lampu TL/PL/Fluorescent memberikan cahaya
yang merata dan lampu sorot yang memberikan cahaya yang terfokus pad obyek
tertentu
Ventilasi dalam perpustakaan harus diperhatikan selain untuk petugas juga
diperlukan untuk bahan pustaka. Ada 2 macam sistem ventilasi :
1. Ventilasi pasif
Ventilasi yang didapat dari alam caranya membuat lubang angina atau
jendela pada sisi dinding yang berhadapan serta sejajar dengan arah
angin local. Luas lubang angin atau jendela diusahakan sebanding
persyaratan dan fasilitas ruang (10 % dari luas ruang yang
bersangkutan). Bila menggunkan ventilasi pasif seperti ini sebaiknya

rak tidak ditempatkan dekat jendela demi keamanan koleksi dan
terhindar dari sinar matahari langsung.
2. Ventilasi aktif
Ventilasi aktif adalah menggunakan sistem penghawaan buatan yaitu
menggunakan AC ( Air Conditioning). Karena temperature dan
kelembaban ruang perpustakaan yang kontans maka dapat menjaga
keawetan koleksi dan peralatan tertentu seperti koleksi langka,
pandang dengan dan computer.
Pengamanan dan Penggunaan Rambu-rambu
Untuk menjaga keamanan perpustakaan perlu antisipasi bila terjadi sesuatu
seperti kebakaran, bencana alam, dan hama.
Dalam mengatasi kebakaran dapat dilakukan dengan cara penempatan
jalan darurat kearah luar pada tempat-tempat strategis yang mudah dicapai,
pemilihan bahan bangunan yang tidak mudah terbakar, penyediaan alat-alat
pemadam kebakaran, alat pendeteksi kebakaran ( alarm system)
Gempa bumi, angin topan, air hujan, banjir dan petir. Perencanaan
ketinggian permukaan lantai dasar lebih tinggi dari pada tanah disekitar bangunan,
sistem drainasi pembuangan air hujan jangan menimbulkan genangan pada
halaman perpustakaan, perencanaan bangunan tahan gempa, memasang system
penangkal petir terutama pada bangunan bertingkat.
Pemilihan bangunan yang tahan hama, mengurangi celah-celah kecil pada
bangunan yang dapat dijadikan rumah tikus, memberikan suntikan anti rayap

disekeliling bangunan. Pencurian bahan pustaka dapat dicegah dengan cara sistem
perencanaan satu pintu keluar masuk, peletakan lubang/jendela untuk ventilasi
dilakukan pada tempat yang sullit dijangkau
Rambu-rambu dalam perpustakaan selain untuk memperindah ruangan
juga membantu pengguna menemukan dan memanfaatkan koleksi dan fasilitas
perpustakaan secara maksimal. Rambu-rambu dibuat dalam bentuk tulisan, simbol
ataupun gambar. Contoh rambu didalam perpustakaan seperti simbol atau tulisan
“ Meja Informasi ”, “ Penitipan Barang “, ‘ Harap Tenang” atau “Dilarang
merokok”. Dalam mendesain rambu di perpustakaan perlu memperhatikan huruf,
hendaknya huruf yang sederhana mudah dibaca dari jauh dengan ukuran yang
proposional. Kata-kata yang digunakan juga harus yang singkat lugas, informasi
secukupnya dan konsisten. Didalam penempatan rambu-rambu perpustakaan
biasanya menggunakan metode digantung diplafon diatara rak, ditempel didinding
atau perabot, ditempatkan berdiri diatas lantai atau perabot perpustakaan.
Penutup
Tata ruang, perabot dan perlengkapan perpustakaan sekolah memainkan
peran utama menyangkut bagaimana perpustakaan melayani sekolah. Penampilan
estetis perpustakaan sekolah memberikan rasa nyaman dan merangsang komunitas
sekolah untuk memanfaatkan waktunya di perpustakaan. Untuk menghasilkan
sebuah gedung perpustakaan yang fungsional, pembangunan gedung
perpustakaan melibatkan banyak pihak yang terkait. Mendirikan suatu gedung
perpustakaan, diperlukan pengetahuan yang cukup tentang segala aspek yang
merupakan ciri khas gedung perpustakaan yang bersangkutan. Ruang

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar